Minggu, 19 Juni 2011

information pendidikan

Awas, “Culture Shocked”!

Setiap tahun pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studinya ke luar negeri meningkat sebesar 20 persen. Negara-negara yang banyak diminati para pelajar tersebut antara lain Inggris, Australia, China, Amerika Serikat, Singapura, serta Malaysia.
Ketiga melakukan persiapan mental, mempelajari bahasa asing serta pengetahuan tentang negara tujuan studi.
– Harianto
Demikian diungkapkan Ketua Ikatan Konsultan Pendidikan Internasional Indonesia (IKPII) Harianto, di acara Internasional Education Expo HSBC-IKPII 2010 di Jakarta, Sabtu (8/8/2010). Namun, menurutnya, sebelum melanjutkan studi di luar negeri, alangkah baiknya melakukan persiapan agar tidak terjadi culture shocked.
“Setidaknya pada ada tiga kendala yang seringkali dihadapi pelajar pada proses persiapan keberangkatan, yaitu pemilihan sekolah yang tepat, pengurusan pendaftaran sekolah, serta pengurusan keberangkatan,” ujar Harianto.
Namun, kata dia, ada yang lebih penting dari itu. Karena sebelum melanjutkan studi di luar negeri, lanjut Harianto, sebaiknya siswa melakukan beberapa hal seperti menentukan jurusan berdasarkan keinginan sendiri dan bukan paksaan orang tua. Kedua, menentukan di negara mana, kota, serta universitasnya.
“Ketiga melakukan persiapan mental, mempelajari bahasa asing serta pengetahuan tentang negara tujuan studi,” ujarnya.
IKPII sendiri, kata dia, kerap melakukan pendampingan selama satu bulan. Khususnya, untuk memberikan gambaran mengenai seluruh seluk-beluk kuliah di luar negeri.
“Pelajar harus dibekali informasi sebanyak mungkin,” ujar Harianto.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar